Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ لاَ يَرْحَمِ النَّاسَ لاَ يَرْحَمْهُ اللهُ»

“Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia, niscaya Allah tidak akan menyayanginya”.

(Hadits Shahih, Riwayat Bukhori dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 6597).

  • Penjelasan

Hadits ini menunjukkan sifat kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang (ia) juga berkasih sayang terhadap sesamanya.

Dalam riwayat lain disebutkan : “Mereka yang berkasih sayang akan mendapat rahmat dari Ar Rahman. Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya (Allah) Dzat yang berada diatas langit akan menyayangi kalian.” (H.R. Abu Dawud & Tirmidzi).

Dan seluruh makhluk sangat membutuhkan rahmat dari Allah. Tidak ada yang sanggup hidup tanpa rahmat dari Allah.

Hadits ini juga berisi anjuran berbuat baik terhadap sesama manusia tanpa membedakan usia, jenis kelamin, ras, agama, pendidikan, atau bahkan kedudukan. Inilah hakikat agama Islam. Agama yang penuh rahmat (kasih sayang) karena aturannya dibuat oleh Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Begitu pula rasul-Nya, dimana ia sangat menyayangi umatnya melebihi kasih sayang manusia terhadap dirinya sendiri -shallallahu’alaihi wasallam-.

Diantara bentuk kasih sayang terhadap manusia adalah mengajak mereka agar mentauhidkan Allah Ta’ala dan memperingatkan mereka dari bahaya berbuat syirik. Begitu juga, mendakwahi mereka agar berpegang teguh kepada sunnah dan meninggalkan perbuatan bid’ah.

Diantara bentuk kasih sayang terhadap manusia adalah mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, mengamalkan ajaran agama, dan istiqomah diatasnya hingga ajal menjemput karena hal tersebut merupakan sebab selamat di dunia dan akhirat. Dan juga memperingatkan mereka dari bahaya perbuatan dosa & maksiat, baik kecil maupun besar karena hal tersebut merupakan sebab celaka di dunia dan akhirat.

Diantara bentuk kasih sayang terhadap manusia adalah menghukum siapapun yang berhak dihukum. Seperti zina muhshon yang berhak dirajam, dll.

Kenapa dikatakan kasih sayang -padahal zhahirnya penindasan-? Ya. Itu termasuk bentuk kasih sayang baginya, yaitu agar ia terbebas dari siksa Allah pada hari kiamat kelak. Dan pedihnya siksa di dunia belum seberapa dengan siksa Allah di akhirat.

Diantara bentuk kasih sayang terhadap manusia adalah bermuamalah dengan mereka (dengan baik) sebagaimana kita juga ingin diperlakukan demikian.

Marilah kita mencari rahmat Allah dengan berkasih sayang terhadap sesama. Khususnya bulan Ramadhan. Bulan dilipatgandakannya amal kebaikan. Bulan pelatihan rasa kasih sayang terhadap sesama.

Ditulis Oleh

Ustadz Ridwan Arifin, Lc

Tidak Ada Komentar

TULIS BALASAN