Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

«الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ»

“Agama adalah nasihat”.

(Hadits Shahih, Riwayat Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 3417 ).

  • Penjelasan

Makna nasehat dalam hadits ini, sangat beragam dikarenakan tidak adanya kalimat yang sepadan untuk menafsirkannya. Namun, makna nasehat berkisar pada pengertian berikut; yaitu mengajak pihak yang dinasehati kepada perbuatan yang bisa memperbaiki kondisinya, menjadikan jiwanya lebih selamat dan bersih.

Agama Islam memang agama yang murni, bersih dari kebatilan, kecurangan, khianat, dan lain-lain yang sifatnya merusak. Begitu pula dengan seorang muslim (bila ia benar-benar konsisten dalam beragama) ia adalah sosok yang bersih, sesuai antara lahir & batinnya, selamat dari akhlak tercela.

Seorang muslim adalah:

  • Mereka yang memurnikan hubungannya dengan Allah, yaitu dengan beribadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan makhluk, beriman kepada-Nya secara lahir & batin dengan iman yang sempurna, mengesakan-Nya dalam Rububiyah, Uluhiyah, & Asma wa Shifat, khauf & raja kepada-Nya, bertaubat & istighfar kepada-Nya.
  • Mereka yang memurnikan hubungannya dengan Kitab Allah, yaitu dengan mengimaninya meyakininya sebagai kalamullah bukan makhluk, diturunkan kepada Rasul-Nya shallallahu’alaihi wasallam, juga sering membacanya, mentadabburinya, mengamalkannya.
  • Mereka yang memurnikan hubungannya dengan Rasulullah , yaitu dengan bersaksi bahwa Beliau adalah utusan Allah, menaatinya, mengamalkan ajaran yang dibawanya, mencintainya melebihi cintanya terhadap diri, orang tua, bahkan anaknya, tidak menisbatkan suatu hadits kepadanya kecuali setelah jelas kebenaran riwayatnya, tidak sembarang menafsirkan perkataannya, menjauhi perbuatan bid’ah.
  • Mereka yang memurnikan hubungannya dengan waliyul amr, yaitu dengan mengakui kepemimpinannya, menaatinya dalam perkara yang ma’ruf, melaksanakan tugas yang diberikan olehnya -bila ditunjuk untuk mengurusi urusan kaum muslimin-, meluruskan kesalahannya disaat melakukan kesalahan & dilakukan secara tertutup bukan di majelis umum, mendoakan kebaikan untuknya.
  • Mereka yang memurnikan hubungannya dengan kaum muslimin, yaitu dengan bermuamalah yang baik & jujur, mendakwahkan mereka kepada jalan Allah, amar ma’ruf nahi mungkar, memberi masukan kepada saudaranya yang musyawarah bersamanya.

(Diringkas dari al Minhah ar Rabbaniyah karya Syaikh Shaleh al Fauzan -hafizahullah-, hal. 111-121)

Demikianlah sifat seorang muslim yang sebenarnya. Dia berusaha membersihkan jiwanya dari kotoran dosa dan maksiat, yaitu dengan memenuhi hak Allah, Rasul-Nya shallallahu’alaihi wasallam, kitab-Nya, waliyul amr, dan kaum muslimin dengan sebenar-benarnya.

Ditulis Oleh

Ustadz Ridwan Arifin, Lc

Tidak Ada Komentar

TULIS BALASAN