Hadits ke-2
Do’a adalah Ibadah  

1
1131

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

«الدﱡعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ»

“Do’a adalah ibadah”.

(Hadits Shahih, Riwayat Ashhabus Sunan. Lihat Shahiihul jaami’ no. 3407)

  • Penjelasan

Hadist ini semakna dengan firman Allah  dalam Al Qur’an surat Ghafir ayat 60 :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

‘Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.’[Surat Ghafir : 60]

Do’a terbagi menjadi 2 (dua) :

1). Do’a ibadah dan

2). Do’a masalah.

 

Perlu diketahui bahwa keduanya saling berkaitan karena didalamnya terkandung maksud pendekatan diri kepada Allah, baik dengan meminta agar didatangkan suatu manfa’at dan ditolak suatu mudhorot (dan inilah makna do’a masalah) atau dengan beribadah kepadaNya dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya (dan inilah makna do’a ibadah).

Sehingga –dengan pengertian diatas- ibadah ini hanyalah untuk Allah dan tidak boleh ditunjukkan kepada selainNya. Bila hal itu terjadi –ditunjukkan kepada selain Allah- maka ia telah berbuat syirik besar.

Gambarannya :

Seseorang yang memalingkan suatu ibadah kepada selain Allah, semisal bersujud kepada selain Allah, menyembelih bukan atas nama Allah, dll disertai pengagungan dan pendekatan diri kepadanya,  maka ia telah berbuta syirik karena hal tersebut –ibadah disertai rasa pengagungan dan pendekatan  diri- merupakan kekhususan sifat uluhiyah Allah. Dan dia –dengan perbuatannya itu- telah menjadikannya sebagai tandingan Allah.

Dan juga seseorang yang berdo’a, meminta kepada si mayit atau meminta hal-hal yang tidak bisa dipenuhi kecuali hanya Allah yang mampu mengabulkannya, semisal meminta diluaskan rezeki, dimudahkan segala urusan, dijauhkan dari bala bencana  maka ia telah berbuat syirik besar.

Mengapa? karena ia tidak mungkin melakukan hal demikian kecuali berdasarkan keyakinannya bahwa pihak yang diminta memiliki kemampuan mengatur urusan alam semesta. Padahal, hanya Allah satu-satunya Dzat yang mencipta,memiliki dan mengatur alam semesta.

Dan syirik dalam do’a merupakan hal yang sering dan banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, bisa dikategorikan sebagai sumbernya syirik. Dan selayaknya bagi seorang muslim untuk membentengi dirinya, keluarganya, dan masyarakat disekitarnya dari bahaya syirik. Yaitu dengan memahami makna dan hakikat tauhid serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Ridwan Arifin, Lc

1 Komentar

  1. Alhamdulillah aku sangat senang dengan adanya program JODOH ini.
    Sukron Ustadt.
    Maaf Ustadt, firman Allah tersebut diatas apa bukan Surat ke 40 (Al-Mu’min) ayat 60, bukan Al Ghofir.
    Maaf kalau salah…!!!

TULIS BALASAN