Rasulullah[Islamic phrases=”Shallallahu ‘alaihi wa Sallam”]z[/Islamic] bersabda:

«مَنْ لَقِيَ اللهَ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الجَّنَةَ»

“Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, niscaya ia akan masuk surga”.

(Hadits Shahih,Riwayat Bukhari. Lihat  no. 6531).

  • Penjelasan

Hadits ini adalah kabar gembira bagi kaum muslimin Ahli tauhid di seluruh penjuru dunia.

Hadits ini menjelaskan

Setiap hamba yang wafat, kelak akan menghadap Rabbnya untuk mempertanggung jawabkan amal perbuatannya di dunia.

Siapa yang pada saat itu, dalam keadaan ia tidak membawa dosa syirik (baik kecil ataupun besar), niscaya ia pasti akan masuk surga, meskipun mungkin sebelumnya ia di azab dulu di neraka karena sebab dosa maksiatnya -selain kesyirikan- yang ia perbuat di dunia.”

Namun, orang kafir yang melakukan kesyirikan, maka ia masuk kedalam neraka selamanya, karena Allah tidak akan mengampuni dosa syirik selama ia belum bertaubat darinya.

Itulah firman Allah ta’ala: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan akan mengampuni dosa selainnya bagi orang yang di kehendakinya””Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan akan mengampuni dosa selainnya bagi orang yang di kehendakinya”(an-Nisaa 48).

Syirik adalah lawan dari tauhid, oleh sebab itulah orang yang tidak menyekutukan Allah mengharuskan ia bertauhid degan segala konsekuensinya, serta mengharuskannya untuk meyakini risalah utusanNya. Karena siapa yang mendustakan Rosulnya maka ia mendustakan Allah, dan orang yang mendustakan Allah maka ia telah kafir (keluar) dari Agama Allah.

Maka, barangsiapa yang wafat dalam keadaan mentauhidkan Allah dengan semua konsekuensinya, beriman dengan semua yang di bawa Rasul-Nya, melaksankan perintahnya dan menjauhi larangannya, maka ia akan masuk surga degan tanpa hisab dan azab (sebagai rahmat dari Allah ta’ala),

Adapun orang muslim yang membawa dosa maksiat maka ia berada dalam kehendak Allah, jika Allah berkehendak Allah akan mengampuninya tanpa syafa’at seorangpun, atau Allah akan keluarkan ia dari neraka karena sebab syafaat Nabi-Nya ataupun orang sholih yang bertauhid yang mendapatkan izin dari-Nya.

Namun jika Allah berkehendak, Allah akan mengazabnya sesuai kadar maksiatnya, setelah itu Allah akan masukan ia ke dalam surgaNya karena tauhid dan imannya, Sehingga yang tersisa dalam neraka hanyalah orang-orang kafir yang tinggal kekal selamanya.

Ditulis Oleh

Ustadz Ridwan Arifin, Lc.

Tidak Ada Komentar

TULIS BALASAN