Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«[arabic-font span=”yes”]الكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ[/arabic-font]»

“Kalimat yang baik adalah sedekah”

(Hadits Shahih, Riwayat Bukhori dan Muslim, Lihat Shahiihul jaami’ no. 4528).

  • Penjelasan

Hadits ini dan yang semisalnya berada dalam lingkup keumuman makna hadits

[arabic-font]كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ[/arabic-font]

Segala bentuk kebaikan bernilai sedekah“(HR. Muslim)

Dikisahkan bahwa sebagian sahabat pernah menceritakan kepada Rasulullah  tentang keutamaan para sahabat lainnya yang selain mereka beribadah, mereka juga bisa bersedekah dengan kelebihan hartanya. Lalu, Rasulullah  memberikan solusi (agar mereka semangat untuk saling berlomba dalam kebaikan) dengan menyebutkan beberapa perkara kebaikan sambil menyatakan bahwa kebaikan tersebut termasuk sedekah.

Kaum muslimin –hafizhakumullah-

Islam itu indah. Siapapun diberi peluang untuk menjadi yang terdepan, (yaitu yang paling bertakwa kepada Allah ) tanpa pandang usia, ras, ataupun kedudukan. Semua memiliki kesempatan.

Bahkan Rasulullah  menyatakan bahwa seluruh umatnya akan masuk surga kecuali mereka yang enggan.

Islam itu indah. Berbagai macam amal kebaikan dijelaskan, mulai dari amalan yang ringan sampai yang berat dan butuh pengorbanan. Hal itu merupakan bukti real (nyata) akan firman Allah Ta’ala ; “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian“. Sehingga dalam kondisi bagaimanapun, seorang muslim tetap bisa beribadah kepada Allah Ta’ala.

Kaum muslimin -hafizhakumullah-.

Perhatikan hadits berikut: Rasulullah [Islamic phrases=”Shallallahu ‘alaihi wa Sallam”]e[/Islamic]  bersabda, “Setiap muslim wajib bersedekah“.

Sahabat bertanya, “Adakah solusi bila ia tidak mampu?

Beliau menjawab :

Hendaknya ia bekerja, sehingga bermanfaat untuk dirinya & juga bisa bersedekah.” Sahabat bertanya lagi, “Bila tidak mampu (seperti itu)?” Beliau menjawab, “Hendaknya dia membantu mereka yang membutuhkan pertolongan.” Ditanyakan lagi, “Bila tidak mampu?” Beliau jawab, “Hendaknya ia memerintahkan kepada hal yang makruf atau kebaikan” Ditanyakan lagi, “Bila tidak mampu?” Beliau jawab, “Hendaknya ia menahan dirinya dari berbuat keburukan karena hal tersebut juga sedekah.” (H.R. Muslim)

Salah seorang dosen kami, Syaikh Ahmad Al Qarni –hafizhahullah– pernah mengatakan bahwa apabila seorang yang tidur dan berniat (dengan tidurnya) menahan diri dari berbuat keburukan seperti ghibah, dll maka dia telah bersedekah.

Marilah kita perbanyak berbuat kebaikan dan jadikanlah hal tersebut layaknya tameng yang melindungi kita dari panasnya api neraka.

Ditulis Oleh

Ustadz Ridwan Arifin, Lc.

Tidak Ada Komentar

TULIS BALASAN