Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

«الْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ مُؤْمِنٍ»

“Masjid adalah rumah bagi setiap mu’min”.

(Hadits Hasan, Riwayat  Abu Nu’aim dalam kitab al-Hilyah, Lihat Shahiihul jaami’ no. 6702).

  • Penjelasan

Hadits diatas menerangkan bahwa seorang mukmin, pastilah dia sering pergi ke masjid guna memakmurkannya.

Allah Ta’ala berfirman:

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs. At Taubah: 18)

Begitu juga hatinya, rindunya untuk ke masjid melebihi rindunya terhadap rumahnya sendiri. Hal itu lantaran masjid merupakan tempat paling cocok untuk menunaikan beragam ibadah.

Suasana di masjid, sangat mendukung seseorang untuk beribadah, mulai dari dzikir, doa, istighfar, baca Al Qur’an, shalat, dll. Itulah hikmah disyari’atkannya i’tikaf di masjid -Wallahu a’lam-.

Kondisi tersebut menjadikan orang-orang beranggapan bahwa masjid adalah rumahnya dikarenakan aktifitas kesehariannya banyak dilakukan di masjid.

Tapi, yang demikian bukan berarti seseorang bisa berbuat seenaknya didalam masjid. Masjid adalah rumah Allah, milik Allah. Jadi, harus diperhatikan adab-adabnya.

Begitu banyak keutamaan masjid yang membuat mereka -orang-orang beriman- sangat bersemangat untuk pergi ke masjid.

Diantaranya:

  • Tempat yang paling Allah sukai adalah masjid
  • Siapapun yang memakmurkannya mendapatkan tazkiyah iman dari Allah (sebagaimana Qs. At Taubah: 18)
  • Besarnya pahala bagi yang beribadah di masjid khususnya tiga masjid; masjidil Haram, masjid Nabawi, masjidil Aqsha.
  • Rasulullah amat menganjurkan umatnya agar membangun masjid.
  • Para imam dan muadzin, mereka mendapat kemuliaan dari Allah.
  • Keterikatan hati terhadapnya, menjadi sebab diraihnya naungan Allah pada hari kiamat kelak.
  • Besarnya pahala bagi yang mendatangi masjid, selangkahnya menjadi sebab terhapusnya kesalahan dan diangkatnya derajat, terlebih disaat langit masih dalam keadaan gelap.
  • Pada zaman Rasulullah , mereka yang tertinggal (tidak pergi) ke masjid dianggap sebagai orang munafik.

Marilah kita makmurkan masjid yang ada disekitar kita, terlebih di bulan Ramadhan ini.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang mendapatkan petunjuk di dunia & akhirat.

Ditulis Oleh

Ustadz Ridwan Arifin, Lc.

Tidak Ada Komentar

TULIS BALASAN